Rabu, 26 September 2012

Penjajahan Perancis ke Indonesia


Penjajahan Perancis ke Indonesia

Pada Masa Napoleon Bonaparte III berkuasa di Prancis pada tahun 1800. Konstelasi perdagangan dunia telah membantuk blokade kontinental terhadap Kerajaan Inggris. Blokade kontinental sengaja di lakukan beberapa kerajaan Prancis untuk menghentikan peredaran dan sirkulasi ekspor terhadap kerajaan Inggris. Namun raja Belanda pada saat itu Raja Louis tanpa sengaja telah membuka bandar bandar nya secara netral. Sehingga proses blokade kontinental tidak serta merta berhasil. Raja Louis yang merupakan adik dari Raja Napoleon Bonaparte III, akhir nya di turunkan oleh kakaknya. Dan Sang kakak segera mungkin melakukan penggabungan kekaisaran ke dua kerajaan tersebut.
Berlangsung secara bersamaan dengan hal ini beberapa kepulauan milik Prancis telah jatuh pada armada armada laut Inggris, seperti kepulauan Mauritius, Sri Lanka. Dan Sebagian Hindia Timur (wilayah Nusantara), Raja Napoleon Bonaparte III tidak menyerah begitu saja, dan segera memilih orang yang di anggap sebagai Perwira yang mumpuni untuk segera memobilisasi pasukan di Pulau Jawa.
Pilihan di jatuhkan kepada seorang Belanda yang memegang kuat paham Revolusi Prancis. Dalam sanubarinya telah terpatri Liberty,Egality, Fraternity. Herman Willem Daendels yang telah membantu bebarapa penyerangan dalam perang yang berkecamuk di rusia, segera di panggil. dan Herman Willem Daendels adaloah seorang perwira belanda yang sampai sekarang namanya hanya dipakai untuk penyebutan jalan di kota kota tertentu saja, dan kota kelahiranya saja, beliau tidak di terima di kerajaan belanda. Tepat pada awal tahun 1808 Herman Willem Daendels sampai pada pantai Banten. Bendera pRancis segera di kibarkan di beberapa loji dagang milik VOC, Hal ini mengawali sejarah kolonialisme Prancis di tanah Jawa yang hanya berlangsung selama tujuh bulan saja.
Selanjutnya Daendels segera merencanakan mobilisasi pasukan dengan membangun sistem transportasi yang terencana, Dari Batavia hingga Surabaya telah ada 6 stasiun untuk pergantian kuda dan kereta kuda. Hal ini untuk menjaga stabilitas kuda dan proses perbaikan kereta. Akhirnya jalan Anyer – Panarukan terealisasi.
Tak Hanya hal itu Daendels telah memecat beberapa dewan Hindia yang di duga melakukan korupsi. Dan memisahkan Jawa menjadi 6 Dewan Hindia. Daendels juga melunturkan kehormatan lokal pada Raja raja Jawa pada saat itu, Menghapuskan upacara adat dan lebih menonjolkan budaya tanam paksa CulturrStelsel, dan CoffeStellsel.
Beberapa perwira dari Inggris bahkan mempunya pendapat berbeda beda dalam mendeskripsikan Daendels. Gubernur Lord Minto dari Inggris, menganggap Daendels adalah monster yang terlahir dari kelamnya relovusi Prancis, tidak mengenal peri kemanusiaan dan merupakan sangat tiran. Sedangakan Gubernur Thomas S Raflles berpendapat, Daendels adalah perwira yang disiplin dan pandai menata manajemen. Sedangkan raja raja Jawa sering menyebut Daendels adalah, Mas Guntur, Tangan Guntur.
Alasan Perancis meninggalkan Indonesia, karena Perancis kalah dalam Perang Lipzig melawan Inggris.

0 komentar:

Poskan Komentar